{"id":2881,"date":"2024-09-04T14:19:23","date_gmt":"2024-09-04T07:19:23","guid":{"rendered":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/?p=2881"},"modified":"2024-09-04T14:19:25","modified_gmt":"2024-09-04T07:19:25","slug":"pusat-kajian-maritim-rekomendasikan-perangi-penangkapan-ikan-ilegal-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/pusat-kajian-maritim-rekomendasikan-perangi-penangkapan-ikan-ilegal-3\/","title":{"rendered":"Pusat Kajian Maritim rekomendasikan perangi penangkapan ikan ilegal"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta (ANTARA) &#8211; Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim merekomendasikan untuk bersama-sama memerangi praktik perusakan dan penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (<em>destructive, illegal, unreported, and unregulated\/IUU fishing<\/em>) yang terjadi di Provinsi Maluku Utara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk mengatasi problematika tingginya angka kemiskinan di daerah kaya sumber daya perikanan, pemerintahan di Jakarta dan Sofifi mesti duduk bareng untuk mengorientasikan kebijakan, anggaran dan kelembagaan pemantauan&nbsp;<em>(monitor)<\/em>, pengendalian&nbsp;<em>(control)<\/em>&nbsp;dan pengawasan&nbsp;<em>(surveillance<\/em>) atau MCS di Provinsi Maluku Utara dalam rangka memerangi perusakan dan IUU fishing,\u201d ujar Halim ditemui di Jakarta, Kamis.<\/p>\n\n\n\n<p>Di perairan Maluku Utara, lanjut dia, komoditas seperti ikan tuna, tongkol dan cakalang menjadi komoditas andalan yang diekspor ke Vietnam, Thailand, Filipina , Singapura, Amerika Serikat serta Korea Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, dirinya mengajak pemerintah pusat untuk bersungguh-sungguh menindaklanjuti penetapan perairan Provinsi Maluku dan Maluku Utara sebagai lumbung ikan nasional melalui kebijakan, anggaran dan kelembagaan untuk meningkatkan kapasitas pemantauan, pengendalian dan pengawasan di laut yang mumpuni.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data yang dipaparkannya, produksi perikanan Maluku Utara pada 2022 mencapai 378.111 ton atau meningkat 106 persen dari target 356.400 ton.<\/p>\n\n\n\n<p>Maluku Utara bersinggungan langsung dengan empat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Negara Republik Indonesia , yakni WPP 715, WPP 717, WPP 716 dan WPP 714.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun WPP 714 pada 2022 memiliki potensi perikanan sebesar 1.033.978 ton, WPP 715 sebesar 715.293 ton, WPP 716 sebesar 626. 045 ton, kemudian WPP 717 sebesar 424. 703 ton.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/3655197\/pusat-kajian-maritim-rekomendasikan-perangi-penangkapan-ikan-ilegal<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (ANTARA) &#8211; Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim merekomendasikan untuk bersama-sama memerangi praktik perusakan dan penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (destructive, illegal, unreported, and unregulated\/IUU fishing) yang terjadi di Provinsi Maluku Utara. \u201cUntuk mengatasi problematika tingginya angka kemiskinan di daerah kaya sumber daya perikanan, pemerintahan di Jakarta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-2881","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news-and-media"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2881"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2881\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2882,"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2881\/revisions\/2882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmrh-indonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}