JAKARTA – Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melarang ekspor benur lobster menjadi angin segar bagi Amin Abdullah, pembudi daya lobster di Lombok Timur. Pernyataan tersebut membawa harapan akan adanya jaminan usaha budi daya ke depan.
Amin berharap rencana larangan ekspor betul-betul dilaksanakan dan berlaku permanen. Ketika keran ekspor dibuka, pembudi daya kesulitan mendapatkan benih. Nelayan memilih menjual tangkapannya kepada eksportir. “Walaupun pelarangan ekspor ini tidak menjamin juga penyelundupan berhenti. Pengamatan kami, pengiriman benih ke luar negeri secara ilegal tetap ada,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.
Saat ini Amin juga mencatat harga benih sudah berada kembali di kisaran Rp 6.000-7.000 per ekor lantaran minat nelayan menangkap benih menurun. Harga benur sempat mencapai kisaran Rp 15 ribu per ekor saat ekspor diizinkan tahun lalu. Bantuan keramba jaring apung dari Direktorat Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan pun mulai diterima pembudi daya sehingga kegiatan iklim usaha terasa semakin baik.
Seiring dengan perbaikan iklim usaha, kegiatan budi daya akan semakin menggeliat. Amin berharap pemerintah mulai mempersiapkan pasokan pangan benih lobster. Pasalnya, ikan rucah sebagai pakan alami tidak bisa diandalkan karena ketersediaannya yang terbatas.
Pemerintah juga diminta mempersiapkan daya dukung perairan untuk menampung tambahan keramba jaring yang disalurkan ke pembudi daya. Selain itu, jaminan pasar perlu menjadi perhatian pemerintah. “Orang sudah budi daya dengan giat, tapi kalau pasarnya melempem, masih ada permainan, penyelundupan, ya, tetap menjadi soal,” katanya.
Ketua Umum Himpunan Pembudi Daya Ikan Laut Indonesia, Effendy Wong, menyatakan kebijakan pemerintah menutup keran ekspor bisa menggairahkan minat investasi di sektor budi daya lobster. Rencana budi daya di dalam negeri akan menyulitkan Vietnam memenuhi permintaan dunia dan membuka peluang bagi Indonesia menjadi eksportir lobster terbesar. Selama ini, Vietnam mendatangkan benih lobster dari Indonesia untuk dibudi daya, lalu mengekspor hasilnya.
Namun gairah itu hanya bisa muncul jika pemerintah konsisten melarang ekspor dan mencegah penyelundupan. “Kalau selundupan masih banyak, ya, tidak akan bisa berkembang juga budi daya di Indonesia,” tuturnya. Effendy menyatakan penanaman modal di sektor budi daya tak akan menarik jika kebijakan terkait dengan benur ini terus berubah.
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim, mengatakan pemerintah perlu menentukan lokasi prioritas usaha pembenihan dan pembesaran benih lobster. Rantai pasok dari hulu hingga hilir juga harus ditentukan untuk memantau distribusi benih sejak ditangkap sampai dibudi daya. Melalui skema ini, pemerintah dapat memastikan pasokan dan mencegah penyelundupan benih. “Catatan hasil tangkapannya harus jelas sehingga program pembenihan dan pembesaran bisa berhasil,” ujar dia.
Abdul mengusulkan Direktorat Jenderal Budi Daya membentuk tim khusus untuk mengkaji potensi budi daya lobster, mencari kendala budi daya, dan mencari solusinya. Dia berkaca pada pengalaman pemerintah India yang membentuk badan khusus yang mengkaji potensi pergaraman nasional. Hasil kajian tim tersebut digunakan untuk menyukseskan budi daya garam di India.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono sedang menyusun regulasi untuk melarang ekspor benur. Dia menyebutkan benur hanya akan dimanfaatkan untuk budi daya di dalam negeri hingga mencapai ukuran konsumsi. “Saya tidak tahu sampai berapa harga benih bening lobster yang dijual. Itu hanya membuat kaya negara yang membelinya,” kata dia.
Trenggono menyatakan akan membantu komunikasi dengan negara tujuan ekspor. Salah satunya Cina sebagai importir lobster terbesar. Dia telah menggelar diskusi dengan Duta Besar Cina untuk Indonesia pekan lalu guna membahas kerja sama perdagangan lobster di antara perusahaan kedua negara. “Kalau enggak begitu, nanti mereka mengambilnya dari negara yang selama ini membeli benur dari kita.”
MAJALAH TEMPO, Vindry Florentin
Sumber: https://koran.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/462731/harapan-pembudi-daya-benih-lobster-di-tengah-rencana-penutupan-ekspor?
Add a Comment